Kebijakan Khusus Formasi CPNS 2013: 325 Formasi Disablilitas, 140 Formasi Atlet dan 100 Formasi Putra/i Papua

Kebijakan Khusus Formasi CPNS 2013: 325 Formasi Disablilitas, 140 Formasi Atlet dan 100 Formasi Putra/i Papua

Kebijakan Khusus Formasi CPNS 2013: 325 Formasi Disablilitas, 140 Formasi Atlet dan 100 Formasi Putra/i Papua

Pemerintah mengeluarkan kebijakan khusus dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yakni dengan menyediakan 325 kursi bagi pelamar disabilitas (32 dari pemerintah pusat, dan 263 pemerintah daerah), 140 formasi atlet berprestasi (pelatih olahraga dan atlet berprestasi), dan 100 formasi putra-putri Papua (putra-putri terbaik Papua yang akan ditempatkan di sejumlah kementerian / lembaga). Jatah formasi CPNS ini dipublikan dalam situs Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), hari Senin (2/9) ini.

Menteri PAN-RB Azwar Abubakar mengatakan, pelaksanaan seleksi CPNS pelamar umum ini direncanakan menggunakan sistem computer assisted test (CAT), yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurut Menteri PAN-RB, dari 295 instansi yang akan menggelar seleksi CPNS itu, terdiri dari 68 kementerian/lembaga, 30 pemerintah provinsi, serta 197 kabupaten/kota.

Seleksi CPNS untuk jalur pelamar umum tahun 2013 untuk kementerian lembaga diprioritaskan pada jabatan pelaksana tugas pokok (core bussines) kementerian/lembaga, sedangkan untuk instansi daerah prioritasnya adalah tenaga pelayan dasar, seperti guru produktif, medis dan paramedik, dan jabatan teknis yang bersifat pro growth, pro job, dan pro poor.

Disabilitas

Sekretaris Kementerian PANRB Tasdik Kinanto mengatakan, formasi CPNS untuk kaum disabel tersebar di sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah. Untuk K/L dialokasikan 63 orang, sedangkan untuk pemerintah daerah sebanyak 288 orang.

Hal itu dikatakannya ketika menerima kunjungan lima orang tuna netra dari Bandung, Jakarta dan Depok untuk mempertanyakan kejelasan formasi bagi kaum difabel dalam seleksi CPNS tahun 2013 ini. “Mulai tahun ini pemerintah memberikan afirmasi untuk kaum disable dalam penerimaan CPNS. Namun untuk kriteria kecacatan, kami serahkan kepada instansi dan pemda masing-masing,” kata Tasdik.

Tasdik menambahkan, kalau memang memenuhi persyaratan seperti yang ditetapkan oleh K/L atau pemda, para penyandang cacat tidak perlu khawatir akan dizolimi. Kalau sudah memenuhi persyaratan administrasi, pastikan bisa mengikuti tes kompetensi dasar (TKD). "Di situlah kesempatan untuk berkompetisi dengan sesama difabel. Kalau formasinya hanya satu orang, maka yang nilainya paling tinggi dari yang lulus TKD akan diterima," ujarnya.

Asdep Perencanaan SDM Aparatur Arizal mengatakan Pemda DKI tahun ini mengalokasikan 7 formasi untuk difabel. Selain itu Jatim, Maluku, Sumatera Barat. Adapun KL antara lain Kemendagri 2 orang, Kemensos 3 orang, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) 3 orang. Ditambahkan, pengumuman lowongan CPNS termasuk untuk kaum difabel baru dapat dilihat paling cepat mulai tanggal 2 September.

Dari kelima penyandang tunanetra tersebut, salah satunya mengaku sebagai tenaga honorer kategori 2 dari Kota Bandung. "Saya akan ikut tes pada tanggal 3 November mendatang," ujarnya.

Ada juga yang sudah bekerja di swasta, sebagai marketing online di sebuah perusahaan swasta. Dibukanya kesempatan kepada kaum difabel di swasta merupakan implementasi dari Perda DKI, yang mewajibkan perusahaan swasta mempekerjakan dua persen kaum difabel. (WID/Humas Kemen PAN-RB/ES)

Sumber: Setkab.go.id